Pages

Subscribe:

Recent Posts

11

Persikabo


Berdiri: 1975
Alamat: Jl.Aman no.4 Komplek Perkantoran Pemda Indonesia
Telepon: +62 (0) 21- 8791 1671
Faksimile: +62 (0) 21- 879 00 196
Ketua: Rahman Yasin (Ketua Umum)
Direktur: Soepono (Manajer)
Stadion: Persikabo, Kabupaten Bogor
Sejarah Singkat
Oleh Yuslan Kisra
Berdiri:1975
Alamat: Jalan Aman No 4, Komplek Perkantoran Pemda Kab. Bogor.
Julukan: Laskar Padjadjaran
Suporter: Kabomania
Stadion: Persikabo, Kabupaten Bogor
Kapasitas: 15.000 penonton

Sejarah Singkat

Persikabo yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Bogor adalah sebuah klub sepakbola profesional yang bermarkas di Kabupaten Bogor. Tim milik Pemda Bogor ini adalah salah satu kontestan divisi utama Liga Indonesia musim 2008/09.

Meski sudah cukup lama berdiri, tim ini baru mulai dikenal saat sepakbola Indonesia memasuki era liga profesional. Tepatnya pada musim 1994/95. Maklum saja karena pada musim pertama digulirkannya kompetisi berlabel Liga Indonesia, Persikabo tampil sebagai juara divisi II dan promosi ke divisi I.

Tidak cukup sampai disitu, prestasi tim ini terus melejit. Hanya dua musim berada di kasta kedua kompetisi sepakbola nasional, tim berjuluk Laskar Padjadjaran sukses menembus pentas tertinggi sepakbola nasional kala itu, divisi utama.Sayang karena hanya dua musim berada di divisi utama, tim ini kembali degradasi ke divisi I.

Menariknya, hanya satu musim turun kasta, tim ini pun kembali ke divisi utama. Tepatnya pada musim kompetisi 1999/00. Tapi lagi-lagi tim yang berada di pinggir Jakarta ini tidak kuat bertahan di pentas divisi utama, dan hanya tampil satu musim sebelum kembali degradasi ke divisi I.

Bahkan kala itu, anti klimaks dari prestasi tim ini. Sebab, setelah itu prestasi tim ini terus melorot hingga kembali ke divisi II. Barulah pada musim 2004 mereka kembali naik ke divisi I dan dua musim berikutnya ke divisi utama. Tapi pada perebutan tiket ke Superliga, tim ini gagal karena hanya menempati peringkat ke-11 wilayah Barat.

Prestasi Di Liga Dan Copa Indonesia

Sebagai tim yang sudah pernah merasakan persaingan di divisi utama, prestasi Persikabo musim ini terbilang lumayan. Skuad tim yang saat ini dibesut pelatih Suimin Diharja sukses menempatkan diri di jajaran elit kasta kedua kompetisi sepakbola nasional.

Dari 22 laga yang telah mereka mainkan, tim ini sukses mendulang 35 poin dan menempati peringkat kelima klasemen sementara divisi utama grup I. Begitu pula di ajang Copa Indonesia, tim ini sukses menembus babak 16 besar.

Sayang karena pada leg pertama babak ini, mereka kalah telak dari Persijap Jepara dengan skor 4-0. Peluang mereka pun untuk lolos ke babak berikut cukup berat karena harus menang dengan selisih minimal empat gol.

Catatan Prestasi
1994/95: Juara divisi II (promosi ke divisi I)
1995/96: Peringkat ketiga grup B divisi I
1996/97: Peringkat kedua grup B divisi I (promosi ke divisi utama)
1997/88: Peringkat ke-7 wilayah Barat divisi utama
1998/99: Perigkat ke-6 wilayah II divisi utama (degradasi ke divisi I)
1999/00: Peringkat ke-2 wilayah Barat divisi I (promosi ke divisi utama)
2001: Peringkat ke-14 divisi utama wilayah Barat (degradasi ke divisi I
2002: Peringkat ke-6 grup II divisi I (degradasi ke divisi II)
2003: Babak qualifikasi divisi II
2004: Delapan besar divisi II (promosi ke divisi I)
2005: Peringkat ke-6 wilayah I
2006: Babak delapan besar divisi I (promosi ke divisi utama)
2007: Peringkat ke-11 wilayah Barat

Persik


Berdiri: 1950
Alamat: Jl. Diponegoro No.7 Indonesia
Telepon: +62 (0) 354 686690
Faksimile: +62 (0) 354 686690
Surat Elektronik: info@persik-kediri.com
Laman Resmi: http://www.persik-kediri.com/
Ketua: Samsul Ashar (Ketua Umum)
Direktur: Samsul Ashar (Manajer Tim)
Sejarah Singkat
Posisi akhir musim 2008/09: Peringkat 4
Nama Stadion: Brawijaya (Kapasitas 20.000)
Tanggal Berdiri: 1950
Julukan: Macan Putih
Kelompok Suporter: Persik Mania

Sejarah Singkat:

Persatuan Sepakbola Indonesia Kediri yang lebih populer dengan sebutan Persik Kediri adalah sebuah klub sepakbola profesional tanah air yang berbasis di Kediri, Jawa Timur. Tim berjuluk Macan Putih saat ini adalah salah satu kontestan Superliga 2009/10, kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional.

Seperti dilansir situs resmi Persik Kediri, tim ini berdiri sejak 1950. Sayang tidak diketahui pasti mengenai tanggal dan bulan pendiriannya. Tercatat sebagai pendiri adalah Bupati Kediri R Muhammad Machin, yang pada saat itu Kediri masih berupa kabupaten dan tidak ada pemisahan wilayah seperti sekarang, kabupaten dan kota.

Pendirian klub ini dibantu Kusni dan Liem Giok Djie. Di mana pertama kali yang dilakukan Machin adalah merancang bendera tim yang tersusun dari dua warna berbeda. Bagian atas berwarna merah dan bawahnya hitam dengan tulisan PERSIK di tengah-tengah dua warna berbeda itu, kemudian mendaftakan diri ke PSSI.

Pada dekade 1960 hingga 1990-an, Persik masih belum dikenal di pentas sepakbola nasional. Tim ini bahkan kalah tenar dibandingkan dengan saudara mudanya Persedikab Kabupaten Kediri, yang pada era 1990-an tercatat dua kali mengikuti kompetisi sepakbola profesional tanah air berlabel Liga Indonesia.

Barulah pada saat kepengurusan ditangani Walikota H. A. Maschut pada 1999, Persik menunjukkan perubahan luar biasa. Tim ini bahkan langsung menjelma menjadi "raksasa" sepakbola nasional. Mengawali debutnya di pentas divisi I pada musim 2000/01, setelah tampil sebagai juara divisi II pada musim sebelumnya, Persik terus menggebrak pentas sepakbola nasional dengan prestasi.

Hanya tiga musim meniti kompetisi di level kedua itu, Persik melaju ke divisi utama juga dengan predikat juara divisi I pada musim 2002. Tampil sebagai pendatang baru di pentas "nomor wahid" kompetisi sepakbola nasional, Persik bertekad tidak sekedar numpang lewat. Itu dibuktikan dengan melakukan persiapan yang cukup serius. Baik dari segi materi pemain maupun finansial.

Usaha keras Persik di bawah komando manajer Iwan Budianto rupanya berhasil, setelah Piala Presiden yang menjadi lambang supermasi tertinggi sepakbola nasional berhasil mereka boyong, di musim pertama tampil di divisi utama. Sejak saat itu Persik langsung menjelma menjadi tim papan atas, karena mampu mengandaskan ambisi tim-tim papan atas yang punya nama besar seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar.

Hebatnya lagi, prestasi itu kembali mereka raih pada musim 2006, setelah menghentikan perlawanan PSIS Semarang 1-0 di partai final yang digelar di Stadion Manahan, Solo. Piala Presiden pun kembali berlabuh di Kota Kediri. Satu prestasi yang terbilang luar biasa bagi tim pendatang baru, dengan sukses menjadi juara sebanyak dua kali hanya dalam kurun waktu empat tahun menembus divisi utama.

Tiga Pemain Bintang:

- Mahyadi Panggabean
Mahyadi merupakan sosok pemain yang disiplin. Berposisi sebagai sayap kiri, selain membantu pertahanan, Mahyadi juga sering ikut menyerang. Konsistensinya cukup tinggi, karena didukung stamina yang prima. Mahyadi mempunyai visi permainan, serta kecepatan dan menggiring bola sama baiknya. Tak heran bila dia langsung ditunjuk sebagai kapten.

- Harianto
Walau tidak menyandang ban kapten lagi, namun Harianto merupakan maskot Persik. Tetap disegani pemain satu tim dan lawan. Berkat jiwa kepimpinannya itu, Harianto pernah menjadi asisten pelatih di Persik. Harianto lebih cenderung sebagai gelandang bertahan. Namun tidak jarang ia membantu serangan ketika sedang dibutuhkan.

- Saktiawan Sinaga
Ujung tombak asal Medan ini dikenal dengan permainanya yang tak kenal takut. Saktiawan selalu tampil liar dan garang di kotak penalti lawan. Sayangnya, pemain ini mempunyai temperamen tinggi yang bisa menjadi bumerang bagi timnya.

Nama Pelatih:
Gusnul Yakin

Skuad Pemain:

KIPER - (33) Wahyudi, (58) Herman Batak, (22) Fauzi. BELAKANG - (2) Idrus Gunawan, (15) Sulis Budy Prasetyo, (87) Guntur Ariadi, (6) Khokok Roniarto, (4) Kughebe Onoriode, (5) Reswandi. TENGAH - (32) Wawan Widiantoro, (25) Kusnul Yuli Kurniawan, (12) Harianto, (45) Suswanto, (8) Jefri Dwi Hadi, (3) Agus Susanto, (23) Choirul Anam, (51) Amarildo Luiz de Souza, (24) Legimin Rahardjo, (19) Mahyadi Panggabean. DEPAN - (26) Saktiawan Sinaga, (7) Yongky Aribowo, (27) Imam Maulana, (16) Qischil Gandrumini, (77) Aan Andik Prayitno, (21) Dodit Fitrio Efendi, (11) Patricio Eliseo Morales Gaete.

Halaman Tim:
Klik di sini

Jadwal Tim:
Klik di sini

Prediksi musim 2009/10:
Persik pada musim ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Sejak ditinggal sejumlah pemain pilar, serta manajer tim Iwan Budianto dan pelatih Aji Santoso, permainan Persik mengalami penurunan. Kondisi keuangan klub juga turut berperan dalam perjalanan tim selama satu musim. Prestasi musim lalu yang mampu menempati posisi empat klasemen akhir sulit untuk diulangi lagi. Papan tengah sudah menjadi hasil yang bagus bagi Persik.
 
Catatan Prestasi

Catatan Prestasi:
1 kali juara Divisi Dua (1999/00)
1 kali juara Divisi Satu (2002)
2 kali juara Liga Indonesia (2002/03, 2005/06)

Persijap Jepara


Berdiri: 1954
Alamat: Jl. Jen. Anton Sudjarwo Indonesia
Telepon: +62 (0) 291 591018
Faksimile: +62 (0) 291 594000
Surat Elektronik: admin@persijap.org
Laman Resmi: http://www.persijap.org
Ketua: Ahmad Marzuqi
Direktur: Edi Sujatmiko
Stadion: Gelora Bumi Kartini
Sejarah Singkat
Persatuan Sepakbola Indonesia Jepara atau lebih dikenal dengan sebutan Persijap Jepara adalah sebuah klub profesional yang berkedudukan di Kota Jepara. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat saat ini adalah salah satu kontestan Superliga 2008/09, kompetisi sepakbola kasta tertinggi di tanah air.

Meski telah berdiri sejak 11 April 1945, Persijap baru mulai menunjukkan eksistensinya setelah sepakbola nasional memasuki era profesional yang ditandai dengan digulirkannya Liga Indonesia. Tepatnya, pada musim kompetisi 1999/00, di mana tim ini berhasil menembus divisi utama.

Sayang prestasi itu tidak bisa dipertahankan karena hanya numpang lewat dan harus kembali ke divisi I pada musim berikutnya. Barulah pada musim kompetisi 2004, pelatih Rudi William Keltjes berhasil mengembalikan tim ini ke divisi utama, hingga akhirnya mampu meraih tiket Superliga.

Sepanjang tampil di pentas divisi utama Liga Indonesia, tim "Plat Merah" milik Pemkot Jepara ini belum pernah meraih posisi terhormat. Kecuali dengan catatan prestasi manis dengan menumbangkan sejumlah tim papan atas seperti Persipura Jayapura, PSM Makassar, PSIS Semarang, dan lainnya.
 
Catatan Prestasi
Liga Indonesia
1994/95: Divisi I
1995/96: Divisi I
1996/97: Divisi I
1998/99: Peringkat ke-3 Grup II Divisi I
1999/00: Juara Grup I Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)
2001: Peringkat ke-12 Wilayah Timur (Degradasi ke Divisi I)
2002: Peringkat ke-2 Grup Barat Divisi I
2003: Peringkat ke-8 Grup Barat Divisi I
2004: Peringkat ke-3 Grup Barat Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)
2005: Peringkat ke-12 Wilayah Timur
2006: Peringkat ke-9 Wilayah Barat
2007: Peringkat ke-9 (Promosi ke Superliga)

Superliga Indonesia
2008/09: Peringkat ke-11
2009/10: Peringkat ke-9

Piala Indonesia
2005: 16 Besar
2006: Putaran 1
2007: 32 Besar
2008/09: Empat Besar
2009/10: Putaran 1

Persija


Berdiri: 1928
Alamat: Jl. Tulodong Bawah II No.3 Kebayoran Baru Indonesia
Telepon: +62 (0) 21 9827 8677
Faksimile: +62 (0) 21 9828 8685
Ketua: Toni Tobias Mahali, S.T.
Direktur: Nachrowi Ramli
Stadion: Gelora Bung Karno
Sejarah Singkat
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). Pasca Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta (Persija). Pada saat itu, Nederlandsch Indisch Voetbal Unie (NIVU) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada.

Di sisi lain, Voetbalbond Batavia en Omstreken (VBO) sebagai perserikatan tandingan Persija juga masih ada. Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar, dan merembet ke anggotanya, termasuk VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri, dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija.

Sempat menjadi jawara di era Perserikatan, klub ini semakin bersinar di era sepakbola profesional, setelah mendapat dukungan dan perhatian yang besar dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kala itu.

Sayang seiring dengan lengsernya pria yang akrab di sapa Bang Yos itu, maka kondisi keuangan Persija menjadi tidak jelas. Hal itu setelah dana Anggaran dan Pendapatan Belaja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang selama ini menopang kehidupan tim, tak lagi bisa dinikmati.

Akibatnya Persija mengalami krisis finansial yang hingga saat ini masih terus dialami tim yang memiliki pendukung fanatik yang cukup besar bernama Jak Mania.

Pada Superliga Indonesia 2009/10, suasana tak kondusif di dalam manajemen klub membuat kehilangan calon investor. Dampak lainnya, manajemen terlambat memburu pemain. Bahkan untuk kursi pelatih hingga sekarang belum kejelasan siapa yang bertugas. Benny Dollo menjabat sebagai direktur teknik Persija, sementara Rahmad Darmawan resmi menangani klub ini untuk musim 2010/11 setelah melepas jabatan pelatih Sriwijaya FC Palembang.
 
Catatan Prestasi
Perserikatan1931: Juara
1933: Juara
1934: Juara
1938: Juara
1952: Runner-up
1954: Juara
1964: Juara
1971/73: Juara
1973/75: Juara
1975/78: Runner-up
1978/79: Juara
1987/88: Runner-up

Liga Indonesia
1994/1995: Peringkat ke-12 Wilayah Barat
1995/1996: Peringkat ke-13 Wilayah Barat
1996/1997: Peringkat ke-10 Wilayah Barat
1998/1999: Semi-Final
1999/2000: Semi-Final
2001: Juara
2002: 8 Besar
2003: Peringkat ke-7
2004: Peringkat ke-3
2005: Runner-up
2006: 8 Besar
2007: 4 Besar

Superliga Indonesia2008/09: Peringkat ke-7
2009/10: Peringkat ke-5

Piala Indonesia2005: Runner-up
2006: Semi-Final
2007: Peringkat ke-3
2008/09: Perempat-Final
2009/10: Perempat-Final

Persibo Bojonegoro


Berdiri: 1949
Alamat: Jl. Untung Suropati No. 39-B Indonesia
Telepon: +62 (0) 353 889 402
Faksimile: +62 (0) 353 883 250
Laman Resmi: http://persibo.bojonegoro.com
Ketua: Letkol (Inf) Taufik Risnendar
Direktur: Drs. H. Abdul Choliq, MM
Stadion: Letjen H. Sudirman
Sejarah Singkat
Persatuan Sepakbola Indonesia Bojonegoro atau lebih populer disingkat Persibo adalah sebuah klub sepakbola profesional yang berbasis di Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia. Saat ini, tim milik Pemkot Bojonegoro ini tampil di divisi utama, kasta kedua kompetisi sepakbola nasional.

Berdiri sejak 2000 silam, prestasi terbaik tim ini dicapai pada musim 2003/04 setelah sukses tampil sebagai juara divisi II dan promosi ke divisi I. Tidak hanya itu, pada musim 2007/08, tim ini tampil sebagai juara divisi I dan promosi ke divisi utama.

Pada musim pertamanya berada di kasta kedua sepakbola nasional ini, tim berjuluk Laskar Angling Darma membuat kejutan besar di ajang turnamen Copa Indonesia. Itu setelah mereka menumbangkan tiga tim dari kasta tertinggi Superliga.

Yakni, Arema Malang, Persik Kediri, dan Pelita Jaya untuk melaju ke babak delapan besar turnamen bergengsi yang mempertemukan tiga tim dari divisi berbeda. Sekaligus membuat publik sepakbola nasional tersentak dan mulai memperhitungkan mereka.

Satu prestasi yang patut menjadi catatan tentunya mengingat tim kebanggaan Boromania --julukan suporter fanatik Persibo-- baru berdiri sejak 2000 silam. Ya, usai yang masih cukup belia dibandingkan dengan tiga tim yang berhasil mereka permalukan tersebut.
Tim “Laskar Angling Dharma” berdiri pada 12 Maret 1949 dan merupakan juara Divisi Utama musim 2009-1010. Dengan prestasi tersebut, klub ini siap menoreh lembaran sejarah baru di Liga Primer Indonesia.
Catatan Prestasi
Liga Indonesia

2001/02: Runner-up Divisi II (promosi ke Divisi I)
2002/03: Degradasi ke Divisi II
2003/04: Juara Divisi II (promosi ke Divisi I)
2004/05: Peringkat ke-6 Divisi I
2005/06: Bertahan di Divisi I
2006/07: Bertahan di Divisi I
2007/08: Juara Divisi I (promosi ke Divisi Utama)
2008/09: Peringkat ke-6 Divisi Utama Liga II
2009/10: Juara Divisi Utama (promosi ke Superliga)

Piala Indonesia
2005: Putaran 1
2006: Putaran 2
2007: 32 Besar
2008/09: Perempat-Final
2009/10: 16 Besar

Kompetisi Lainnya
2006: Peringkat ke-3 Piala Gubernur Jatim
2007: Putaran 2 Piala Gubernur Jatim
2008/09: Semi-Final Piala Gubernur Jatim

Persiba Balikpapan


Berdiri: 1950
Alamat: Jl. Panorama Kompleks Perumahan PT. Pertamina Indonesia
Telepon: +62 (0) 542 390119
Faksimile: +62 (0) 542 390119
Surat Elektronik: suporter@pfc-persiba.com
Laman Resmi: http://www.pfc-persiba.com
Ketua: H. Syahril HM Taher
Direktur: H. Dhimyatie Reza
Stadion: Stadion Persiba
Sejarah Singkat
Persiba Balikpapan atau Persatuan Sepakbola Indonesia Balikpapan merupakan sebuah klub profesional yang bermarkas di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Tim berjuluk Beruang Madu yang juga sering dijuluki tim Selicin Minyak adalah salah salah satu kontestan Superliga 2008/09, kompetisi paling elit di tanah air.

Sama dengan mayoritas klub lainnya di tanah air, Persiba baru menunjukkan eksistensinya setelah sepakbola Indonesia memasuki era profesional, meski sudah berdiri sejak puluhan tahun silam. Tepatnya pada 1950.

Prestasi tertinggi Persiba sepanjang keikutsertaanya di pentas sepakbola profesional yang ditandai dengan digulirkannya Liga Indonesia sejak musim kompetisi 1994/95 silam, adalah babak delapan besar yang dicapai pada musim kompetisi 2006, dan lolos lolos Superliga musim ini.

Pasang surut prestasi juga dialami tim ini dengan sekali turun kasta di divisi satu, yakni pada musim 1988/99. Lima musim bergelut di level kedua kompetisi sepakbola nasional, Persiba baru bisa kembali ke divisi utama, setelah mampu menempati peringkat empat wilayah Timur pada musim kompetisi 2004.

Setelah itu, tim kebanggaan publik sepakbola di Balikpapan ini terus bertahan di kompetisi level atas hingga akhirnya sukses menembus Superliga.
 
Catatan Prestasi
Liga Indonesia
1994/95: Peringkat ke-15 Wilayah Timur
1995/96: Peringkat ke-14 Wilayah Timur
1996/97: Peringkat ke-9 Wilayah Timur
1997/98: kompetisi dihentikan
1998/99: Peringkat ke-6 Grup E Wilayah Timur (Degradasi ke divisi I)
1999/00: Peringkat ke-2 Grup Timur divisi I
2001: Peringkat ke-4 Grup Timur divisi I
2002: Peringkat ke-5 Grup 4 divisi I
2003: Peringkat ke-4 Grup 4 divisi I
2004: Peringkat ke-4 Grup Timur divisi I (promosi ke divisi utama)
2005: Peringkat ke-5 Wilayah Timur
2006: Babak Delapan Besar
2007: Peringkat ke-7 Wilayah Timur (lolos Superliga)

Superliga Indonesia2008/09: Peringkat ke-12
2009/10: Peringkat ke-3

Piala Indonesia
2005: Putaran 1
2006: Putaran 2
2007: 32 Besar
2008/09: 16 Besar
2009/10: Putaran 1

Persib


Berdiri: 1933
Alamat: Jl. Sulanjana No. 17 Lantai 3 Indonesia
Telepon: +62 (0) 22 422 1933
Faksimile: +62 (0) 22 733 3872
Surat Elektronik: http://persib.co.id/main/in/kontak
Laman Resmi: http://www.persib.co.id
Ketua: Zainuri Hasyim (Komisaris Utama)
Direktur: H. Ummuh Muhtar (Direktur Utama)
Stadion: Siliwangi
Sejarah Singkat
Ketika pertama kali didirikan sekitar tahun 1923, Persib dikenal dengan nama Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond [BIVB] yang merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.

Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB [Persebaya], MIVB [sekarang PPSM Magelang], MVB [PSM Madiun], VVB [Persis Solo], PSM [PSIM Yogyakarta] turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia, yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung [PSIB] dan National Voetball Bond [NVB]. Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib.

Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepakbola yang dimotori orang-orang Belanda, yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken [VBBO]. Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib, dan dianggap perkumpulan kelas dua. Persib memenangkan perang dingin dan menjadi perkumpulan sepakbola satu-satunya di Bandung dan sekitarnya.

Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNI dan Sidolig pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding, yakni Lapangan UNI dan Sidolig [kini Stadion Persib], dan Lapangan Sparta [kini Stadion Siliwangi].

Sebagai tim yang dikenal tangguh, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik junior maupun senior.
 
Catatan Prestasi
Perserikatan
1933: Runner-up
1934: Runner-up
1936: Runner-up
1937: Juara
1950: Runner-up
1959: Runner-up
1960: Runner-up
1982/83: Runner-up
1984/85: Runner-up
1961: Juara
1986: Juara
1990: Juara
1993/94: Juara

Liga Indonesia1994/95: Juara
1995/96: 12 Besar 
1996/97: Delapan Besar
1997/98: kompetisi dihentikan
1998/99: Peringkat ke-3 (Tiga Wilayah Sub Grup)
1999/00: Peringkat ke-8 Wilayah Barat
2001: Delapan Besar
2002: Peringkat ke-9 Wilayah Barat
2003: Juara Grup Play-Off  (lolos dari degradasi)
2004: Peringkat ke-6
2005: Peringkat ke-5 Wilayah Barat
2006: Peringkat 12 Wilayah Barat
2007: Peringkat 5 Wilayah Barat

Superliga Indonesia
2008/09: Peringkat ke-3
2009/10: Peringkat ke-4

Kompetisi Lainnya
1991: Juara Piala Persija
1995: Perempat-Final Piala Champions Asia (Asian Club Championship)
2008: Juara Piala Kang Dada